Dear Mantan Pacar
Hey, gimana kabar kamu?
Aku tidak pernah berani menanyakan pertanyaan sederhana ini, secara
langsung ke kamu. Aku tahu betapa banyak luka yang aku tinggalkan di
hatimu.
Percayalah, aku juga merasakan hal yang sama. Luka yang sama perih dan
dalamnya. Aku tahu betapa bencinya kamu denganku sampai memutuskan
untuk menjahit mulutmu daripada harus berbicara denganku.
Hari ini aku menyapamu karena aku ingin kamu tahu kamu adalah bagian
penting
dari hidupku. Kamu pelajaran berharga yang nggak akan aku dapatkan dari
siapapun. Untuk setiap tawa dan air mata yang kamu berikan, aku ucapkan
terima
kasih. Tanpa kamu, aku nggak akan pernah belajar untuk kuat.
Kalau kita bertemu suatu hari nanti, aku harap kamu tak akan diam seribu
bahasa,
karena aku akan sangat senang hati mengobrol denganmu. Seperti dulu,
jauh sebelum kita mengucap cinta. Saat kita masih pacaran.
Kamu tahu ga? aku kangen kamu.
Kangen jadi sahabat kamu seperti dulu. Dan kalaupun keadaan tidak bisa
menjadi seperti semula, kamu tetap mantan pacar yang baik buatku. Kita
pernah baik dan aku harap begitupun nantinya.
Jadi, apapun jalan hidupmu saat ini, semoga sukses buat kamu. Kalau
kita
bertemu nanti, aku akan beranikan diri menanyakan langsung, “Apa
kabarmu?”.
Aku tahu kamu pasti sudah bahagia, begitu pun dengan aku.
Oh ya, salam buat pacarmu, ya. I love seeing you both happy and this
time I pray that it’ll last forever.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar