Rabu, 28 Maret 2012

mantan

kini semua hanyalah kenangan..
kenangan indah yang tak akan pernah kulupa..
awal tahun yang bahagia telah kulewati bersamamu..
ku lewati hariku yang penuh dengan canda-tawa,sedih,susah serta air mata bersama denganmu..
sampai kinipun selalu kuingat bayangmu, walaupun mungkin kini kau telah bersama dengan dia..
orang yang sangat engkau cinta kini..
aku harap kamu bisa merasakan apa yang kini sedang aku rasakan..
aku kangen sama kamu..
aku pengen melihat kamu, mendengar suara kamu..
walaupun hanya sekejap :( :(

kangen

AKUKANGENKAMUAKUKANGENKAMU
(baca kaliamat diatas secara perlahan)
Aku belum pernah mengucapkan kalimat itu secara langsung padamu dengan sungguh-sungguh.
Meskipun aku sungguh-sungguh merasakannya. Sejak pertama kita
kenal aku sudah sering mengatakan satu hal padamu. Aku bukan tipe orang yang
Mudah untuk berterusterang. Aku belum bisa mengatakan hal-hal semacam itu dengan gamblang dan gampang di hadapanmu, sambil menatap matamu. tapi satu aku selalu menunjukkannya lewat perbuatan. Perbuatanku padamu. Kamu tidak harus mendengarku mengatakannya, tapi lihatlah bahwa aku merasakannya.
Aku selalu berusaha untuk mengatakannya padamu, tapi lidahku terasa kelu. seperti cuplikan lagu boyband SM*SH yang sedang digandrungi saat ini “kenapa lidahku kelu …” apa kamu tau itu? aku selalu kesulitan bernafas ketika akan mengatakannya padamu. Hanya sebuah pesan singkat tertulis yang bisa aku sampaikan. Tapi pesan itu
Tertulis. Kamu tidak bisa mendengar bagaimana gugup nya saat aku mengatakannya. kamu tidak bisa melihat wajahku yang memerah saat mengucapkan kalimat singkat itu. Kalau kamu melihatnya, kamu pasti bisa tertawa geli melihat ku salah tingkah,
sepersekian detik setelah aku mengatakannya.
Dan sekarang, saat aku merasa aku akan sanggup untuk mengatakannya
padamu-karena aku sudah tidak kuat lagi memendamnya dan kamu tidak bisa
mendengarnya, kamu tidak memberiku cukup waktu untuk mengumpulkan kekuatanku sebentar saja. kamu terlanjur pergi. Dan aku tidak sempat mengucapkannya.
Aku menyesal belum sempat mengatakan kalimat itu dengan sungguh-sungguh padamu. dengar, lihat dan rasakan dengan hati mu.
aku kangen kamu

untuk sang mantan

Dear Mantan Pacar
Hey, gimana kabar kamu?
Aku tidak pernah berani menanyakan pertanyaan sederhana ini, secara langsung ke kamu. Aku tahu betapa banyak luka yang aku tinggalkan di hatimu.
Percayalah, aku juga merasakan hal yang sama. Luka yang sama perih dan
dalamnya. Aku tahu betapa bencinya kamu denganku sampai memutuskan untuk menjahit mulutmu daripada harus berbicara denganku.
Hari ini aku menyapamu karena aku ingin kamu tahu kamu adalah bagian penting
dari hidupku. Kamu pelajaran berharga yang nggak akan aku dapatkan dari
siapapun. Untuk setiap tawa dan air mata yang kamu berikan, aku ucapkan terima
kasih. Tanpa kamu, aku nggak akan pernah belajar untuk kuat.
Kalau kita bertemu suatu hari nanti, aku harap kamu tak akan diam seribu bahasa,
karena aku akan sangat senang hati mengobrol denganmu. Seperti dulu, jauh sebelum kita mengucap cinta. Saat kita masih pacaran.
Kamu tahu ga? aku kangen kamu.
Kangen jadi sahabat kamu seperti dulu. Dan kalaupun keadaan tidak bisa menjadi seperti semula, kamu tetap mantan pacar yang baik buatku. Kita pernah baik dan aku harap begitupun nantinya.
Jadi, apapun jalan hidupmu saat ini, semoga sukses buat kamu. Kalau kita
bertemu nanti, aku akan beranikan diri menanyakan langsung, “Apa kabarmu?”.
Aku tahu kamu pasti sudah bahagia, begitu pun dengan aku.
Oh ya, salam buat pacarmu, ya. I love seeing you both happy and this time I pray that it’ll last forever.

ku mohon

Ku mohon engkau merubahnya..
Ku yakin kau mampu..
Membuat segalanya jadi indah..
Bulan malam aku mohon
sampaikanlah..Ucapkanlah..bisikkanlah..
padanya..
Aku hidup untuk cintanya..
Untuk selama-lamanya..
 

tanpa judul

Hi…
AKu kaku mengetikkan surat ini, baru kali ini aku membuat surat kepada seseorang yang aku sayangi . . .
Pertama, tak terlalu bodoh rasanya untukku mengucap salam rindu dari hatiku, sungguh betapapun aku bisa selalu mendengar suaramu, melihat wajahmu di Foto  jujur saja aku akan terus merindumu. apalagi malam ini, aku menulis sambil mendengarkan suaramu, ahhh …, andai suara itu ada disebelahku.
Kedua, Aku tahu kamu sangat suka kopi, meski akhir – akhir ini kamu mengurangi jatah kopimu, aku tak tahu mengapa, tapi bagiku Kau tetap suka kopi. demi hal itu aku rela memesan segelas kopi dan meneguknya seraya menulis surat ini. walau sebenarnya aku takut kalau malam ini aku tak bisa tidur cepat, karena besok pagi, pagi – pagi benar aku harus berada dikampus untuk .menjlankan aktivitas sehari-hari ku.
Aku terlalu gugup untuk menulis surat pertama ini, jujur, sebelum ini belum ada wanita yang memaksa hatiku untuk menulis surat cinta untuknya . . . tapi kamu, tanpa kau suruh aku telah menulisnya.
Terakhir, aku ingin kamu tidak membaca surat yang sangat berantakan ini sayang, tapi bila kamu baca, inilah ungkapan hatiku . . .

surat cinta

Dear heart,

Bagaimana kabarmu? Masih sakit? Hmmmm, nanti pasti sembuh kan yah? Sama seperti beberapa waktu yang lalu, dan beberapa waktu sebelum yang lalu itu. Kau selalu sembuh, dan sedihnya…selalu saja siap disakiti lagi. Maafkan aku yah.
Kalau saja aku tidak menjatuhkanmu pada sosoknya, kalau saja aku tidak terperosok jauh ke dalam cinta untuknya. Tetapi, penyesalan pun bukan jalan keluar, they don’t even my style, terima kasih untuk selalu mengerti, dear heart. You are the best.
Kita akan selalu saling mendukung kan? Aku akan menemanimu di masa masa kritis ini, aku janji akan menjagamu dengan sangat hati hati, sampai kau sembuh dan siap untuk jatuh cinta lagi.
Kali ini aku berjanji, untuk cinta yang nanti, akan lebih memakai rasio, mengurangi kadar perasaan dalam mengenali cinta. Lebih banyak mencerna, agar tidak mudah terjengkang ke dalam cinta semu.
Aku harap, kau tetap menjadi kau seperti sedia kala, mencintai dengan murni, mencintai dengan sepenuh penuhmu hati. Biar tugasku, dan isi kepalaku yang akan menyortir perasaan. Demi keselamatan kita yah.

Dengan pelukan hangat,
Pemilikmu

harapan

Seraya hidup tak menentu
mengharapkan orang yang tak mungkin aku sentuh
karena diantara kita tidak ada janji yang utuh
untuk membuat kita bersatu

mungkin itu cuma mimpi seorang yang malang
malang karena kekasih tak kunjung datang
memang hati kita terbentang
pasti ini membutuhkan perjuangan yang panjang

aku yakin suatu hari nanti
hati kita pasti akan menyatu abadidengan cinta yang murni
tanpa ada rasa sesal di hati.